Jumat, 15 Agustus 2008

Merdeka !!! Untuk semua....

Esok adalah hari besar bagi Bangsa Indonesia. Sebuah perayaan kemerdekaan bangsa dari penjajahan imperialis Jepang, Belanda dan konco-konconya. Sebuah hari yang melekat erat bagi setiap manusia yang mengaku dirinya adalah bangsa yang telah merdeka.

Adalah pantas kita merayakannya dengan khidmat dan penuh syukur karena pada hari tersebut 17 Agustus 2008, tepat 63 tahun yang lalu, dengan resiko nyawa masing-masing, para pemuda bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Bayangkan, di tengah konflik Perang Dunia II di tahun 1945 antara Jepang dengan negara2 sekutu, dimana bangsa Indonesia saat itu hanya dianggap 'anak bawang' dalam permainan politik dunia, eh berani-beraninya si Indonesia ngaku-ngaku merdeka. Adalah satu sikap individu yang berani dalam arti sebenarnya.

Dari histori pembelajaran sejarah yang pernah kudapatkan, kata MERDEKA (ATAU MATI !!!) lebih bermakna perlawanan heroik demi mempertahankan tanah air dari intimidasi FISIK oleh negara asing atau bangsa asing. Sejalan kematangan berpikir, kata MERDEKA ternyata lebih dalam dan penuh arti.

Konflik politik dunia pada masa sebelum 1945 bahkan sebelum abad 20 bersumber dari 1 masalah yaitu : PEREBUTAN SUMBER DAYA. Saat ini pun hal ini terjadi pada seluruh tatanan dunia. Hanya saja pola lama yang bersifat penguasaaan fisik sudah ditinggalkan, minimal dikurangi (kecuali di Irak, Afganisthan dan bebrapa negara lain). Jadi, apakah PENJAJAHAN memang sudah lenyap dari muka bumi ? So pasti belum dong...

Ada istilah yang cukup dikenal dengan : Cooporatocracy (by John Perkins), yang bermakna adalah konspirasi antara perusahaan-perusahaan besar, badan/lembaga moneter dunia dan pemerintahan suatu bangsa untuk menguasai SUMBER DAYA negara lain dengan cara yang elegan.... Inilan bentuk penjajahan terbaru saat ini (baca: penjajahan ekonomi).

Indonesia, sejak tahun 1971 sudah termakan virus-virus coorporatocracy dengan pinjaman lunak dari sumber2 moneter internasional (IMF, Bank Dunia, dll) yang nyata-nyatanya kita tidak akan pernah sanggup membayar hutang pinjaman tersebut. Sumber daya menjadi alat pembayaran hutang negara, walaupun begitu tetap tidak akan sanggup terbayarkan coz hal tersebut memang sudah dipikirkan dan direncanakan matang-matang oleh punggawa-punggawa ekonomi di badan moneter tersebut. Kita terus menjadi sapi perah negara lain dan akan terus terbelenggu dengan keadaan ini.

Kembali muncul pertanyaan : Apakah kita sudah MERDEKA ?

Jacobo Arbens (Democratically elected President of Guatemala), Omar Torijos (Democratically elected President of Panama), SAlvador Allende (Chile), Mahfud Mossadegh (Iran) dan banyak lagi pemimpin dunia lainnya adalah saksi mati kekejaman imperialisme baru tersebut. Pemimpin suatu bangsa yang menginginkan KEMERDEKAAN SESUNGGUHNYA, pasti akan diMATIkan oleh The Corporatocracy. Bangsa kita bagaimana ? akankan kemerdekaan ini dirayakan begitu saja kemudian esok harinya kita kembali kepada keterpurukan ekonomi dan hutang negara yang tidak dapat terbayarkan.
Sementara kita adalah negara dengan SUMBER DAYA yang jika dipakai untuk sendiri maka bagi setiap warga negaranya cukup untuk hidup makmur walaupun dimatikan dan dilahirkan kembali beberapa kali.


MERDEKA bukan selalu berarti pengorbanan darah... karena hal tersebut adalah jalan terakhir tuk pertahankan kedaulatan bangsa. KEMERDEKAAN akan mudah didapat dari bangsa yang memiliki karakter dan integritas yang kuat. Dalam kacatama berpikirku, MERDEKA dalam arti sebenarnya adalah :

1. MERDEKA dari hutang-hutang pada Coorporatocracy.
2. MERDEKA dari ketergantungan teknologi dan keahlian dari negara lain.
3. MERDEKA untuk menentukan visi,misi dan rencana pembangunan negara ini tanpa intervensi negara lain.
4. MERDEKA dari pemuasan nafsu sesaat untuk memperkaya diri sendiri.

Teman, besok, 17 Agustus 2008, adalah hari KEMERDEKAAN bangsa Indonesia, aku selalu berdo'a semoga bangsa ini benar-benar menjadi bangsa yang MERDEKA dalam arti sesungguhnya.

MERDEKA !!!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

tulisan'a bagus, menggugah gue .. Salam kenal Bang Norman...